Panduan
Tentang Kalkulator Deposito
Ringkasan
Informasi edukatif untuk mesin pencari dan pengguna baru
Kalkulator deposito HitungSemua menghitung bunga bruto, potongan PPh Final 20%, bunga netto, dan total diterima saat jatuh tempo untuk deposito rupiah.
Simulasi mengacu PP 123/2015 dan PMK pelaksana untuk PPh Final bunga deposito. Anda bisa membandingkan tenor dan suku bunga antar bank.
Bunga aktual mengikuti penawaran bank dan kebijakan perpanjangan otomatis.
Cara memakai kalkulator deposito
Langkah-langkah
- 1
Masukkan nominal deposito
Plafon pokok yang ditempatkan di bank.
- 2
Isi suku bunga dan tenor
Bunga tahunan (%) dan lama penempatan dalam bulan.
- 3
Baca bruto vs netto
PPh Final 20% dipotong dari bunga bruto.
- 4
Bandingkan dengan investasi lain
Lanjut ke kalkulator investasi atau reksadana untuk perbandingan return.
Rumus utama
Bunga deposito sederhana
Bunga bruto = Pokok × r × (tenor/12) | Netto = Bruto × (1 − 20%)
PPh Final deposito rupiah 20% sesuai peraturan perpajakan yang dirujuk.
Pertanyaan umum (FAQ)
Berapa pajak bunga deposito?(buka)
PPh Final 20% atas bunga deposito rupiah di bank, sesuai peraturan perpajakan yang berlaku.
Apa beda bunga bruto dan netto?(buka)
Bruto sebelum potong pajak; netto setelah PPh Final. Kalkulator menampilkan total diterima saat jatuh tempo.
Apakah suku bunga sama di semua bank?(buka)
Tidak. Bunga deposito bervariasi per bank dan tenor. Masukkan suku bunga dari penawaran Anda.
Deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?(buka)
Umumnya bisa dengan penalti bunga atau aturan bank. Simulasi ini asumsikan hold sampai jatuh tempo.
Apakah pokok deposito kena pajak?(buka)
Tidak. PPh Final 20% hanya atas bunga, bukan pokok yang ditempatkan.
Istilah pencarian terkait
Kata kunci yang sering dipakai pengguna
- kalkulator deposito
- hitung bunga deposito
- simulasi deposito bank
- pph final deposito
Butuh detail regulasi lengkap? Lihat bagian dasar hukum di halaman ini atau baca Metodologi HitungSemua.