Keuangan · Panduan

Cara hitung refinancing KPR: break-even dan penghematan

Panduan take-over KPR: banding cicilan lama vs baru, biaya provisi, break-even bulan, contoh, dan simulasi gratis.

Terakhir diperbarui: Juni 2026

Ringkasan

Refinancing KPR (take-over atau restrukturisasi suku bunga) masuk akal jika suku bunga baru cukup rendah sehingga penghematan cicilan menutup biaya upfront sebelum pinjaman lunas.

Panduan ini menjelaskan cara membandingkan cicilan anuitas lama vs baru, menghitung break-even provisi/admin, dan memperhatikan risiko perpanjang tenor.

Simulasi edukatif. Penawaran bank dapat berbeda (bunga flat, asuransi, appraisal). Konfirmasi ke bank sebelum keputusan final.

Kapan refinancing masuk akal?

Suku bunga pasar turun signifikan dari bunga KPR Anda saat ini.

Penghematan cicilan per bulan × sisa bulan pinjaman melebihi biaya provisi, admin, notaris, dan appraisal.

Profil kredit masih memenuhi syarat bank penerima take-over.

Komponen perbandingan

Sisa pokok: outstanding principal dari bank saat ini.

Sisa tenor vs tenor baru: perpanjang tenor menurunkan cicilan tapi bisa menaikkan total bunga.

Biaya upfront: provisi (% plafon) + admin + biaya lain di luar simulasi.

Break-even biaya refinancing

Break-even (bulan) = total biaya upfront ÷ penghematan cicilan per bulan.

Jika break-even lebih lama dari sisa tenor, biaya upfront mungkin tidak terpulihkan sebelum lunas.

Bandingkan juga total bunga sisa pinjaman lama vs total bunga pinjaman baru jika tenor sama.

Langkah simulasi refinancing

Langkah

  1. 1

    Catat sisa pokok dan tenor

    Dari statement bank: outstanding dan sisa bulan/tahun pinjaman.

  2. 2

    Dapatkan penawaran bunga baru

    Suku bunga efektif tahunan (% p.a.) dan tenor yang ditawarkan bank penerima.

  3. 3

    Hitung cicilan lama vs baru

    Pakai rumus anuitas sama seperti KPR awal.

  4. 4

    Kurangi biaya provisi/admin

    Break-even = biaya ÷ selisih cicilan. Cek apakah masih muat gaji (DTI).

Rumus

Rumus cicilan dan break-even

PMT = P × [r(1+r)ⁿ] / [(1+r)ⁿ − 1]; break-even = biaya ÷ (cicilan lama − cicilan baru)

P = sisa pokok, r = bunga bulanan, n = tenor bulan.

Contoh take-over

Sisa pokok Rp 350 juta, sisa 15 tahun, bunga lama 8,5% p.a.

Penawaran baru: bunga 7% p.a., tenor 15 tahun, provisi 1% = Rp 3,5 jt.

Jika cicilan turun Rp 800 ribu/bulan, break-even provisi ≈ 5 bulan. Total bunga perlu dicek jika tenor diperpanjang.

Coba simulasi langsung

Bandingkan cicilan & bunga KPR lama vs refinancing: break-even provisi, penghematan bulanan. Gratis, tanpa akun, dengan dasar peraturan di halaman kalkulator.

Buka kalkulator refinancing KPR

Panduan terkait

Istilah pencarian

Topik yang sering dicari

  • cara hitung refinancing kpr
  • simulasi take over kpr
  • break even refinancing
  • cicilan kpr turun bunga

Pertanyaan umum (FAQ)

Apa beda refinancing dan KPR baru?(buka)

Refinancing mengambil alih sisa pinjaman yang sudah berjalan. KPR baru dari awal untuk properti yang belum kredit.

Apa itu break-even refinancing?(buka)

Bulan yang dibutuhkan agar selisih cicilan menutup biaya provisi dan admin upfront.

Apakah perpanjang tenor selalu untung?(buka)

Cicilan turun, tapi total bunga bisa naik. Bandingkan total bunga dan break-even, bukan hanya cicilan.

Biaya apa saja saat take-over?(buka)

Umumnya provisi, admin, appraisal, notaris, dan asuransi. Simulasi fokus provisi + admin yang Anda input.

Apakah hasil sama dengan simulasi bank?(buka)

Belum tentu. Bank bisa pakai skema berbeda. Gunakan sebagai perbandingan awal antar penawaran.

Setelah refinancing, cek muat gaji?(buka)

Ya. Pastikan cicilan baru + kewajiban lain masih dalam batas DTI yang aman (umumnya 30–40% gaji bersih).

Metodologi dan sumber peraturan dijelaskan di halaman Metodologi.