Kalkulator & usia kehamilan

Estimasi dari dengan dan koreksi . Lihat trimester, sisa hari, dan linimasa penting.

Dasar WHO, Permenkes 2/2025 &
Coba cepat:

Data

Tanggal haid terakhir dan panjang siklus memengaruhi serta usia kehamilan.

Pilih tanggal HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)

Belum ingat tanggal pasti?

Hari pertama perdarahan, bukan hari terakhir haid.

  • Pilih tanggal HPHT (hari pertama haid terakhir) untuk mulai menghitung.

Ketik angka (2145 hari). Koreksi : = + 280 hari + (siklus − 28).

Pratinjau

Isi di form kiri untuk melihat dan usia kehamilan di sini.

Rincian hasil

Masukkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) untuk melihat estimasi

Belum ada estimasi

Masukkan tanggal di form. Pratinjau di sisi kanan memperbarui otomatis.

Dasar perhitungan & sumber

+ : Aturan Naegele (40 minggu / 280 hari dari HPHT); WHO 2016 (definisi usia kehamilan); koreksi siklus Parikh; konteks pelayanan kehamilan Indonesia: Permenkes 2/2025

Rumus di simulasi

HPL (Hari Perkiraan Lahir) = HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) + 280 hari + (siklus − 28) hari

Usia kehamilan = selisih hari ini dengan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) (minggu + hari sisa).

Ketentuan yang dipakai di simulasi

TopikIsi (ringkas)Di Hitung
Naegele (1812, praktik klinis)HPL = HPHT + 1 tahun − 3 bulan + 7 hari, setara HPHT + 280 hari untuk siklus 28 hari.Dasar penambahan 280 hari pada tanggal HPHT sebelum koreksi siklus.
Koreksi Parikh (siklus ≠ 28 hari)Menambah (panjang siklus − 28) hari pada estimasi agar ovulasi terlambat terhitung.Field panjang siklus: HPL = HPHT + 280 + (siklus − 28) hari.
WHO ANC 2016 (usia kehamilan)Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir; kehamilan term ~40 minggu.Minggu + hari sejak HPHT; trimester I <14, II 14–27, III ≥28 minggu.
Permenkes RI No. 2 Tahun 2025 (upaya kesehatan reproduksi)Mengatur penyelenggaraan upaya kesehatan reproduksi, termasuk pelayanan pada masa hamil (menggantikan Permenkes 21/2021).Konteks edukatif regulasi nasional; rumus tetap Naegele/Parikh dan WHO.

Dokumen & publikasi (sumber resmi)

  • WHO Recommendations on Antenatal Care (2016)

    World Health Organization. WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: WHO; 2016.

    Panduan global ANC termasuk penghitungan usia kehamilan dan jadwal kunjungan berbasis bukti.

    Buka sumber
  • Permenkes No. 2 Tahun 2025 (Upaya Kesehatan Reproduksi)

    Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Reproduksi.

    Regulasi nasional berlaku untuk pelayanan kesehatan reproduksi dan masa hamil; mencabut Permenkes 21/2021.

    Buka sumber
  • ACOG Committee Opinion No. 700 (estimasi tanggal lahir)

    American College of Obstetricians and Gynecologists. Methods for Estimating the Due Date. Committee Opinion No. 700. Obstet Gynecol. 2017;130(2):e49-e56.

    Merangkum penentuan usia kehamilan dari LMP/HPHT dan penyesuaian USG trimester pertama bila tersedia.

    Buka sumber

Simulasi edukatif, bukan diagnosis atau resep medis. HPL dari HPHT bisa berbeda dari USG atau rekam medis rumah sakit. Selalu ikuti jadwal ANC dan instruksi bidan atau dokter kandungan Anda.