Kalkulator Dana Darurat

Hitung target cadangan likuid atau cek berapa bulan pengeluaran tercakup. Tiga metode: pengeluaran, + cicilan, atau gaji bersih.

Acuan literasi OJK & asumsi simulasi
Coba cepat:

Langkah 1

Dasar & target

dan angka dasar per bulan

Mode simulasi

Angka dasar

Acuan utama OJK literasi keuangan (3–6 bln pengeluaran)

Contoh pengeluaran

Rp
Rp

Preset bulan

bln

Rekomendasi profil: 7 bln (rentang 79 bln)

Langkah 2

Tabungan & profil

, alokasi, dan profil risiko

Contoh tabungan

Rp

Preset alokasi

Rp

Profil risiko & rekomendasi

Stabilitas pendapatan dan sumber penghasil

Stabilitas pendapatan

Sumber pendapatan rumah tangga

Pratinjau langsung
  • Dasar per bulan
  • Tabungan & alokasi
  • Estimasi siap

Pilih metode target dan isi angka dasar untuk melihat estimasi di sini.

Hasil simulasi dana darurat

Pilih metode dan isi angka dasar untuk simulasi dana darurat

Belum ada estimasi dana darurat

Pilih metode target dan isi angka dasar (pengeluaran, cicilan, atau gaji). Gunakan chip contoh cepat di atas.

Langsung ke form

Acuan & asumsi simulasi

Pedoman literasi keuangan OJK & BI (edukasi perencanaan pribadi), praktik umum dana darurat 3–6 bulan, dan metode alternatif ilustratif (pengeluaran+cicilan, gaji bersih). Bukan ketentuan wajib perundangan.

Pedoman literasi yang dipakai di simulasi

AcuanIsi (ringkas)Di Hitung
OJK: Literasi Keuangan (Dana Darurat)OJK menyarankan menyisihkan dana darurat setara 3–6 bulan pengeluaran rutin untuk kebutuhan mendesak.Metode pengeluaran penting; preset 3 dan 6 bulan; rekomendasi default 6 bulan (profil sedang).
OJK: Smart Financial Planning (SFP)Prioritas keuangan: utang konsumtif, dana darurat, proteksi, baru investasi jangka panjang.Metode gaji bersih × bulan; insight alokasi vs bucket tabungan ilustratif.
BI: Strategi Nasional Literasi Keuangan (SNLIK)BI mendorong tabungan darurat sebelum produk investasi berisiko tinggi.Peringatan kelebihan tabungan darurat bisa dialihkan investasi (setelah target).
Praktik perencanaan (pengeluaran + cicilan)Perencana keuangan sering memasukkan cicilan wajib (KPR, KTA) ke beban bulanan yang harus ditanggung saat darurat.Metode (pengeluaran + cicilan wajib) × bulan cadangan.
Praktik perencanaan (profil risiko & pendapatan)Pendapatan tidak tetap butuh cadangan lebih panjang; rumah tangga satu penghasil butuh buffer lebih besar.Stabilitas pendapatan + satu/dua sumber penghasil mengubah rekomendasi bulan.
Aturan 50/30/20 (ilustratif)Kerangka anggaran umum: ~50% kebutuhan, ~30% wants, ~20% tabungan (Warren & Tyagi, bukan peraturan Indonesia).Insight: bandingkan alokasi darurat dengan 20% gaji bersih (jika gaji diisi).

Asumsi perhitungan

AsumsiKeteranganDi Hitung
Tiga metode dasar per bulanPengeluaran penting; pengeluaran + cicilan wajib; atau gaji bersih (take-home pay).User memilih metode aktif; panel perbandingan menampilkan metode lain jika datanya diisi.
Pengeluaran penting saja (metode default)Kebutuhan hidup wajib, bukan gaya hidup discretionary.Dasar = pengeluaran penting per bulan.
Tanpa imbal hasilDana darurat diasumsikan likuid (tabungan/deposito), bukan produk volatil.Proyeksi tabungan flat tanpa bunga.
Satu vs dua sumber pendapatanSatu penghasil utama: rekomendasi bulan +1 (maks. 12) vs dua penghasil.Field sumber pendapatan rumah tangga.

Sumber referensi

  • OJK: Edukasi dan Literasi Keuangan

    Kanal Edukasi OJK (pedoman keuangan pribadi)

    Materi literasi OJK tentang perencanaan keuangan, termasuk pentingnya dana darurat.

    Buka sumber
  • OJK: Smart Financial Planning

    Modul perencanaan keuangan cerdas OJK

    Alat edukasi OJK untuk prioritas keuangan: utang, darurat, proteksi, investasi.

    Buka sumber
  • Bank Indonesia: Edukasi

    Literasi dan inklusi keuangan BI

    Materi edukasi BI tentang tabungan dan perencanaan keuangan keluarga.

    Buka sumber
  • BI: SNLIK

    Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia

    Kerangka nasional peningkatan literasi keuangan, termasuk tabungan darurat.

    Buka sumber

Simulasi perencanaan dana darurat berdasarkan input Anda. Metode gaji bersih dan 50/30/20 bersifat ilustratif (bukan peraturan Indonesia). Bukan nasihat keuangan berlisensi. Target ideal bervariasi menurut utang, tanggungan, asuransi, dan profil risiko.